sekadar share aja ya....
Ceritanya dalam sebulan terakhir ini aku baru aja sedang melatih toilet training ke raihana. Kalau anak2 yang lain mungkin sudah lebih awal mendapatkan toilet training. Tapi nggak ada kata terlambat kan? Pertimbangannya aku baru memulai sekarang salah satunya, karena raihana sudah bs diajak berkomunikasi dan sudah bs mengutarakan keinginannya. Jadi lebih mudah bagiku. Kalau dimulai sebelum2nya, aku merasa belum sanggup. Apalagi aku ini bekerja sehingga setiap harinya raihana lebih banyak menghabiskan waktu bersama kakek neneknya. Untuk konsisten itu yang sulit.
Tapi melatihnya sekarang2 ini juga nggak mudah. Belum lagi mengajak kakak nenek raihana agar bs kompak denganku. Susah banget loh. Perlu kesabaran dan terus mengingatkan kakek nenek dengan cara yang halus dan mudah dipahami. Tapi alhamdulillah, usahaku mendapatkan hasil.
Pertama, kita harus jeli mengamati waktu2 si anak BAK/BAB. Trial and error deh. Setiap anak beda polanya mungkin ya. Kita sebagai ibulah yang paling paham anaknya masing2. raihana itu biasanya kalau malam pipis ketika selesai minum susu, ketika bangun tiba2 dari tidurnya (mendusin). kalau siang harinya suka nggak jelas tuh. Kapan aja bs pipis. Karena nggak tau kapan pipisnya, aku selalu bertanya ke raihana, “mau pipis nggak? Yuk, ke kamar mandi!” Kalau emang nggak mau pipis, dia akan bilang “nggak” atau “udah”. Tapi kalau iya, dia akan segera mengikuti aku ke kamar mandi.
Kalau raihana mendusin dari tidurnya, aku tanya dulu raihana mau pipis apa nggak. Pokoe klo dia bilang nggak, aku nggak maksa ke kamar mandi. Pernah suatu hari, ketika dia mendusin, aku langsung gendong ke kamar mandi. Takutnya raihana pipis di tempat tidur. Hasilnya, raihana jerit2 nangis nolak nggak mau. Dan ternyata emang nggak mau. Jadi ya, aku harus rajin bertanya ke raihana mau pipis apa nggak.
Ketika si anak berhasil pipis di kamar mandi, jangan ragu untuk memberinya pujian dengan rasa penuh takjub. Seringnya sih saat raihana sukses pipis di kamar mandi, aku selalu bilang, “Wow, anak umi hebat, ya! Pipisnya di kamar mandi! Kereeeen!” de el el.
Untuk BAB masih suka kebablasan aku. Seringnya dah keluar duluan di celana. Yang ini buat peer deh. Aku musti cari cara yang lebih jitu.
Nah kemarin, ketika raihana lagi asyik menggambar, aku coba selipkan ajakan untuk selalu pipis dan BAB di kamar mandi. Caranya dengan menggambar cerita. Ada gambar umi, abi, raihana, kakek, nenek dengan situasi bermacam-macam.
Pertamanya aku bikin gambar dengan adegan abi, umi, dan raihana sedang di depan rumah. Ceritanya mau jalan2. trus, aku bikin gambar jalanan, pohon cemara, gunung, rel kereta api…. Matahari, awan. Untuk lebih serunya lagi, dalam cerita itu aku selipkan nyanyian. Tatkala ketemu pohon cemara, aku nyanyi burung kutilang yang ada di atas pohon cemara, ketemu rel kereta api, nyanyi naik kereta api. Raihana juga ikutan nyanyi loh. Trus, ceritanya udah malam nih. Aku gambar bulan dan bintang, lalu nyanyi dulu. Di cerita itu aku bilang kalau raihana sebelum tidur selalu cuci kaki, cuci tangan, gosok gigi, dan tak lupa pipis dulu ke kamar mandi. Raihana antusias sekali menyimak ceritaku. Lalu dia minta digambarin kamar mandi. Ya udah deh aku bikinin kamar mandi, ember, dan raihana lagi jongkok pipis. Akhir cerita semuanya bobo deh.
Eh, tak disangka beberapa jam setelahnya, raihana minta ke kamar mandi. “Umi, mau pipis,” katanya. Trus di kamar mandi minta sikat gigi, odol. Abis itu jongkok dia. Pipis deh. Trus cuci tangan cuci kaki. Hehehehe.
Ternyata ceritaku berhasil. Alhamdulillah. Nggak percuma bibir ini sampe dower ngoceh mulu.
Begitu deh tips dariku. Semoga bermanfaat.
Senin, 14 September 2009
Minggu, 06 September 2009
Rabu, 02 September 2009
suatu ketika....
"ayo raihana, mau kue pisang ga?"
"picang apa?"
"pisang yang dibikin kue."
"kue apa?"
"kue pisang enak sekali"
"enak apa?"
"enak dimakannya"
"makan apa?"
"makan kue pisang....."
"picang apa?"
................ kehabisan kata2.............
backsound: suara pakde budi lagi cekikikaaan....
"picang apa?"
"pisang yang dibikin kue."
"kue apa?"
"kue pisang enak sekali"
"enak apa?"
"enak dimakannya"
"makan apa?"
"makan kue pisang....."
"picang apa?"
................ kehabisan kata2.............
backsound: suara pakde budi lagi cekikikaaan....
Selasa, 01 September 2009
mau dong...
sekarang ada tambahan kata baru dari raihana di setiap akhir ucapannya.
apa itu? ya itu... dong hehe. contoh:
"abi cakep ga, hana?"
"cacep, dong"
"hana lagi ngapain?"
"lagi gamban, dong" (gamban = gambar, belon bisa ngomong "r")
de el el... de el el.....
belum lagi pertanyaan-pertanyaannya yg makin banyak... contoh kemaren malem listrik mati gara2 ada kucing lewat langit2 dan meruntuhkan eternit di ruangan tamu adek iparku (yg rumahnya berdempetan ama rumahku dan sambungan listriknya masih menyatu ke rumahku yg jadi bangunan induknya). kabel2 pun menjuntai. otomatis semua gelap. si raihana agak takut sih sama gelap.. langsung jerit dan minta digendong. aku ajak keluar rumah aja yang agak terang karena lampu dari rumah tetangga. dan dari teras terlihatlah betapa berantakannya ruang tamu adik iparku itu. raihana seperti biasa bertanya, "umi, apa?" sambil nunjuk kabel2 itu...
"itu kabel, nak."
"kabel apa?"
"kabel buat aliran listrik."
"cicik apa?" (listrik maksudnya)
"listrik itu yang buat menyalakan lampu. tuh lampunya kan mati karena nggak ada listriknya."
..... diem sejenak tuh anak... masih mikir kali ya... hihihi.
dan setiap aku ajak ke dalam dia tetep ga mau. maunya masuk ke ruang tamu adik iparku sambil nunjuk2 kabel2 itu. akhirnya baru mau masuk setelah si abi menyalakan lilin. raihana suka banget liat lilin menyala. di kamar tidur yang remang2 dengan sinar lilin, raihana kegirangan.
yang laki2 semua sibuk ngeberesin kabel dan mengusahakan listrik hidup lagi. katika lampu sudah menyala... raihana pun teriaaak...
"holeee.... lampu nyalaaaaa!"
apa itu? ya itu... dong hehe. contoh:
"abi cakep ga, hana?"
"cacep, dong"
"hana lagi ngapain?"
"lagi gamban, dong" (gamban = gambar, belon bisa ngomong "r")
de el el... de el el.....
belum lagi pertanyaan-pertanyaannya yg makin banyak... contoh kemaren malem listrik mati gara2 ada kucing lewat langit2 dan meruntuhkan eternit di ruangan tamu adek iparku (yg rumahnya berdempetan ama rumahku dan sambungan listriknya masih menyatu ke rumahku yg jadi bangunan induknya). kabel2 pun menjuntai. otomatis semua gelap. si raihana agak takut sih sama gelap.. langsung jerit dan minta digendong. aku ajak keluar rumah aja yang agak terang karena lampu dari rumah tetangga. dan dari teras terlihatlah betapa berantakannya ruang tamu adik iparku itu. raihana seperti biasa bertanya, "umi, apa?" sambil nunjuk kabel2 itu...
"itu kabel, nak."
"kabel apa?"
"kabel buat aliran listrik."
"cicik apa?" (listrik maksudnya)
"listrik itu yang buat menyalakan lampu. tuh lampunya kan mati karena nggak ada listriknya."
..... diem sejenak tuh anak... masih mikir kali ya... hihihi.
dan setiap aku ajak ke dalam dia tetep ga mau. maunya masuk ke ruang tamu adik iparku sambil nunjuk2 kabel2 itu. akhirnya baru mau masuk setelah si abi menyalakan lilin. raihana suka banget liat lilin menyala. di kamar tidur yang remang2 dengan sinar lilin, raihana kegirangan.
yang laki2 semua sibuk ngeberesin kabel dan mengusahakan listrik hidup lagi. katika lampu sudah menyala... raihana pun teriaaak...
"holeee.... lampu nyalaaaaa!"
Selasa, 18 Agustus 2009
pertanda apakah
bulan ini aku deg2an lagi....
pertanda 1: tadi baru aja nimbang badan tiba2 angkanya menunjuk angka 45 kg! jarang2 aku bisa mencapai berat segitu. biasanya kisaran 40-41 kg ajah.
pertanda 2: memang di masa menyusui ini aku gampang lapernya. tapi biasanya tuh makanan nggak lama2 ngendon di badan. berat badan nggak nambah2 walo makan banyak. belakangan ini kok badanku makin "berisi" ya? dan itu dibuktikan dengan bertambahnya angka di timbangan.
pertanda 3: pekan kemarin aku mimpi hamil lagi...
pertanda 4: aku kok uring2an mulu yah kerjaannya. moodnya labil banget. kenapa ya? yang jadi korban si kecil dan suamiku nih. maapkan daku yaaah....
pikiranku kini mengerucut pada satu kesimpulan. pembuktiannya nanti kita lihat selewat tanggal 20 ini....
kalau itu benar berarti....
kalau itu salah berarti....
pertanda 1: tadi baru aja nimbang badan tiba2 angkanya menunjuk angka 45 kg! jarang2 aku bisa mencapai berat segitu. biasanya kisaran 40-41 kg ajah.
pertanda 2: memang di masa menyusui ini aku gampang lapernya. tapi biasanya tuh makanan nggak lama2 ngendon di badan. berat badan nggak nambah2 walo makan banyak. belakangan ini kok badanku makin "berisi" ya? dan itu dibuktikan dengan bertambahnya angka di timbangan.
pertanda 3: pekan kemarin aku mimpi hamil lagi...
pertanda 4: aku kok uring2an mulu yah kerjaannya. moodnya labil banget. kenapa ya? yang jadi korban si kecil dan suamiku nih. maapkan daku yaaah....
pikiranku kini mengerucut pada satu kesimpulan. pembuktiannya nanti kita lihat selewat tanggal 20 ini....
kalau itu benar berarti....
kalau itu salah berarti....
Senin, 10 Agustus 2009
[indesign] menduakan corel...
setelah bertahun2 melayout buku2 anak dengan corel.. kini akhirnya daku berpaling hati ke indesign. corel tak lagi kugunakan untuk melayout buku2 anak yang biasanya fullcolor. i am sorry ye corel... i have to say goodbye for you! hiks hiks...
biasanya indesign aku gunakan untuk melayout buku umum saja. buku yang tebal dan biasanya hanya BW ajah. tapi di awal tahun ini aku cobe bereksperimen mengerjakan layout buku anak di indesign... hasilnya: what a wonderfull experience! ternyata lebih mudah dan gampaaaang banget... huhuhu! kenapa nggak dari dulu aje yeee!!!! jadi aku nggak perlu mengeluh lamanya buka file karena beratnya file akibat import-an gambar2 yang kebanyakan berbentuk psd. asal tau saja, import gambar dengan bentuk psd itu bikin lemot file corel. makin banyak gambar yg diimport makin lemoooot.. apalagi klo spek komputer yang digunakan kurang mendukung. alamat buka file or setiap ngerjain satu step nunggunya bakalan bisa sambil tidur or mandi kale...
kelebihan utama bikin layout buku full gambar di indesign:
biasanya indesign aku gunakan untuk melayout buku umum saja. buku yang tebal dan biasanya hanya BW ajah. tapi di awal tahun ini aku cobe bereksperimen mengerjakan layout buku anak di indesign... hasilnya: what a wonderfull experience! ternyata lebih mudah dan gampaaaang banget... huhuhu! kenapa nggak dari dulu aje yeee!!!! jadi aku nggak perlu mengeluh lamanya buka file karena beratnya file akibat import-an gambar2 yang kebanyakan berbentuk psd. asal tau saja, import gambar dengan bentuk psd itu bikin lemot file corel. makin banyak gambar yg diimport makin lemoooot.. apalagi klo spek komputer yang digunakan kurang mendukung. alamat buka file or setiap ngerjain satu step nunggunya bakalan bisa sambil tidur or mandi kale...
kelebihan utama bikin layout buku full gambar di indesign:
- ukuran file nggak begitu gede walo gambarnya seabreg2. tapi ada sih yg bikin berat. klo bentuknya tiff. itu kadang suka bikin berat. kalo yg lain jarang bikin berat file.
- bikin nomor halaman bisa otomatis. tidak seperti corel yg musti manual semua yg bikin jari keriput.
- bikin montasan juga bisa otomatis.
- bisa bikin paragraph styles.
- bisa bikin master page
- bisa dibikin pdf yg lebih ringan. cepet lagi nggak lama kayak corel.
- jarang eror like corel ARM yang bikin bete....
- kesamaannya bisa dipackage kayak di corel. tapi kelebihan indi: nggak cuma font yang ngikut. semua link gambar juga bs ngikut otomastis.
- waktu pengerjaan lebih singkat.
- dan kemudahan2 lainnya....
Kamis, 06 Agustus 2009
Cagar Alam-Perumnas PP
selama aku kerja, raihana aku titipkan ke neneknya. dalam proses serah terimanya setiap pagi, ada pertanyaan yang wajib dijawab olehku. di antaranya:
1. sudah mandi?
2. sudah makan pagi?
3. ada gigitan nyamuk?
4. ada luka?
klo jawaban 1 dan dua adalah sudah dan jawaban 3 dan 4 tidak ada... legalah hati si emak.
beginilah klo nenek sayang banget ke cucu. ada gigitan nyamuk dikit di muka cucu, langsung emaknya yang disalahkan. padahal tuh nyamuk ada di mana2 kan. bs jadi kenanya nggak di rumah cagar alam. hehehe.
aku selalu mengusahakan agar ketika si raihana sampe ke rumah nenek, semua sudah rapi. raihana sudah mandi dan makan pagi. biar si bocah bs langsung maen. nenek pun nggak perlu terlalu repot.
pulangnya, giliran si emak sudah menerima raihana dalam keadaan rapi. udah mandi sore dan makan sore. pulang tinggal maen dan bobo.
karena udah capek di tempat kerjaan, acara maen raihana di rumah nggak begitu maksimal. gara2 si emak dan abi lebih suka raihana lekas bobo. padahal tuh anak masih doyan maen. akhirnya ya dikuat2in deh si emak menghadapi si bocah. ada aja lagi yang dilakukan si bocah. ngajak maen kuda2an lah... (ugh... pinggang umiiii), minta digambarin mulu (padahal mata udah sepet banget), maen susun lego... de el el. nggak ngeh kali ya klo umi abi lagi capek. yah, namanya juga masih kecil.
belum lagi klo ngapa2in maunya sama umi. dipakein celana maunya sama umi, bikin susu maunya sama umi, maen maunya sama umi, minta air putih maunya sama umi, mau maen ke rumah uwak maunya sama umi. maen gambar2 maunya sama umi. baca buku maunya sama umi. semua serba sama umi, abi nggak laku. hehehe.
aku sebisa mungkin bersabar menuruti maunya. maklumlah, seharian ga ketemu. giliran ketemu nggak mau uminya ngilang sejenak.
yang terbaru dari raihana adalah dia juga udah bisa jawab pertanyaan orang laen dengan kreasinya sendiri, walo lafalnya masih agak cadel. pernah suatu hari, kami pulang udah agak malam. uwak di sebelah rumah mau ngajakin raihana maen. dipanggillah raihana....
"hana... maen sini yuk..."
"ana mobobo dulu yaaa, waaaak...."
aku yang lagi beres2 barang bawaan bengong sejenak mendengarnya.... si uwak langsung ketawa... "iya dehh.. bobo dulu ya hana... capek ya abis kerja...."
atau suatu ketika raihana diajak maen sama anak tetangga. saat itu aku baru aja mau nyuapin makan sore. si raihana menjawab...
"ana jaji mamam dulu yaa...."
hihihi... dah pinter jawab kamu ya nak....
1. sudah mandi?
2. sudah makan pagi?
3. ada gigitan nyamuk?
4. ada luka?
klo jawaban 1 dan dua adalah sudah dan jawaban 3 dan 4 tidak ada... legalah hati si emak.
beginilah klo nenek sayang banget ke cucu. ada gigitan nyamuk dikit di muka cucu, langsung emaknya yang disalahkan. padahal tuh nyamuk ada di mana2 kan. bs jadi kenanya nggak di rumah cagar alam. hehehe.
aku selalu mengusahakan agar ketika si raihana sampe ke rumah nenek, semua sudah rapi. raihana sudah mandi dan makan pagi. biar si bocah bs langsung maen. nenek pun nggak perlu terlalu repot.
pulangnya, giliran si emak sudah menerima raihana dalam keadaan rapi. udah mandi sore dan makan sore. pulang tinggal maen dan bobo.
karena udah capek di tempat kerjaan, acara maen raihana di rumah nggak begitu maksimal. gara2 si emak dan abi lebih suka raihana lekas bobo. padahal tuh anak masih doyan maen. akhirnya ya dikuat2in deh si emak menghadapi si bocah. ada aja lagi yang dilakukan si bocah. ngajak maen kuda2an lah... (ugh... pinggang umiiii), minta digambarin mulu (padahal mata udah sepet banget), maen susun lego... de el el. nggak ngeh kali ya klo umi abi lagi capek. yah, namanya juga masih kecil.
belum lagi klo ngapa2in maunya sama umi. dipakein celana maunya sama umi, bikin susu maunya sama umi, maen maunya sama umi, minta air putih maunya sama umi, mau maen ke rumah uwak maunya sama umi. maen gambar2 maunya sama umi. baca buku maunya sama umi. semua serba sama umi, abi nggak laku. hehehe.
aku sebisa mungkin bersabar menuruti maunya. maklumlah, seharian ga ketemu. giliran ketemu nggak mau uminya ngilang sejenak.
yang terbaru dari raihana adalah dia juga udah bisa jawab pertanyaan orang laen dengan kreasinya sendiri, walo lafalnya masih agak cadel. pernah suatu hari, kami pulang udah agak malam. uwak di sebelah rumah mau ngajakin raihana maen. dipanggillah raihana....
"hana... maen sini yuk..."
"ana mobobo dulu yaaa, waaaak...."
aku yang lagi beres2 barang bawaan bengong sejenak mendengarnya.... si uwak langsung ketawa... "iya dehh.. bobo dulu ya hana... capek ya abis kerja...."
atau suatu ketika raihana diajak maen sama anak tetangga. saat itu aku baru aja mau nyuapin makan sore. si raihana menjawab...
"ana jaji mamam dulu yaa...."
hihihi... dah pinter jawab kamu ya nak....
Senin, 03 Agustus 2009
ini bukan dakwah... jika....
copas dari MP tetangga:
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita sebut kerja dakwah membuat kita lupa tilawah satu juz per hari, beralasan terlalu letih dengan semua aktivitas. Sedang kau tahu kekuatanmu bergerak berasal dari tilawahmu.
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita selalu teriakkan -dengan lantang itu- membuat kita selalu terburu-buru lakukan shalat rawatib, bahkan tidak mengerjakannya dengan alasan rawatib hanya sebuah amalan sunnah. Padahal shalat rawatib bisa menutupi banyak ketidakkhusyukan, “diskusi-diskusi” di kepalamu pada saat melakukan shalat-shalat fardlumu. Menyempurnakannya. Kau tahu tapi kau remehkannya.
Ini bukan dakwah, jika apa yang selalu kita serukan -bersama ikhwah- membuat kita selalu saja terlewat mengerjakan qiyamul lail, mencari alasan bahwa kita telah telalu lelah “melayani umat” di siang hari. Umar Bin Khattab mengucapkan, “Jika kuisi malamku dengan tidur sungguh aku telah menyia-nyiakan jiwaku, jika kuisi siangku dengan tidur, sungguh aku telah menyianyiakan rakyatku“. Qiyamul lail adalah kekuatan Shalahuddin Al Ayyubi untuk menaklukkan semua musuhnya. Qiyamul lail adalah kekuatanmu, wahai para pengemban dakwah.
Sungguh ini sama sekali bukan dakwah! Jika dakwah membuatmu berani menunda shalat fardlu tanpa alasan syar’i, tanpa alasan yang jelas. Mengatasnamakan amal, padahal kita tahu bahwa kita seharusnya mengamalkan dalil bukan mendalilkan amal.
Ah…
Sedang kita mengharapkan pertolongan Allah swt. hadir untuk memberi kemudahan kepada kita untuk menempuh perjalanan dakwah yang panjang ini. Sedang kita mengharapkan dukungan Allah swt. hadir untuk menguatkan kita untuk meneruskan tongkat estafet dakwah yang sudah diperjuangkan para pendahulu. Sedang kita mengharapkan pertolongan dari Allah swt. untuk mendorong kita untuk terus maju menegakkan kalimatullah di muka bumi.
Akankah kemudahan, dukungan dan pertolongan itu akan datang dengan kualitas kita yang makin lama makin merosot?
Namun, kita lupa bahwa kerja-kerja kita tidak boleh membuat kita jauh dari Allah swt., bahkan seharusnya kita makin dekat kepadaNYA. Makin taat kepadaNYA, makin semangat melakukan ibadah. Bukan malah menurun, bukan malah mengurangi jatah ibadah bahkan sama sekali tidak melakukannya. Ibadah itu kekuatan kita. Dakwah ini tidak hanya perlukan gerak kita, tapi butuh ruh dalam setiap gerakan kita.
Abdullah Azzam mengatakan,
“Amal Islami bukanlah aktivitas yang cukup dikerjakan di saat anda memiliki waktu luang dan bisa Anda tinggalkan saat sibuk. Tidak! Amal Islami terlalu agung dan mulia jika mesti diperlakukan begitu.”
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita sebut kerja dakwah membuat kita lupa tilawah satu juz per hari, beralasan terlalu letih dengan semua aktivitas. Sedang kau tahu kekuatanmu bergerak berasal dari tilawahmu.
Ini bukan dakwah, jika apa yang kita selalu teriakkan -dengan lantang itu- membuat kita selalu terburu-buru lakukan shalat rawatib, bahkan tidak mengerjakannya dengan alasan rawatib hanya sebuah amalan sunnah. Padahal shalat rawatib bisa menutupi banyak ketidakkhusyukan, “diskusi-diskusi” di kepalamu pada saat melakukan shalat-shalat fardlumu. Menyempurnakannya. Kau tahu tapi kau remehkannya.
Ini bukan dakwah, jika apa yang selalu kita serukan -bersama ikhwah- membuat kita selalu saja terlewat mengerjakan qiyamul lail, mencari alasan bahwa kita telah telalu lelah “melayani umat” di siang hari. Umar Bin Khattab mengucapkan, “Jika kuisi malamku dengan tidur sungguh aku telah menyia-nyiakan jiwaku, jika kuisi siangku dengan tidur, sungguh aku telah menyianyiakan rakyatku“. Qiyamul lail adalah kekuatan Shalahuddin Al Ayyubi untuk menaklukkan semua musuhnya. Qiyamul lail adalah kekuatanmu, wahai para pengemban dakwah.
Sungguh ini sama sekali bukan dakwah! Jika dakwah membuatmu berani menunda shalat fardlu tanpa alasan syar’i, tanpa alasan yang jelas. Mengatasnamakan amal, padahal kita tahu bahwa kita seharusnya mengamalkan dalil bukan mendalilkan amal.
Ah…
Sedang kita mengharapkan pertolongan Allah swt. hadir untuk memberi kemudahan kepada kita untuk menempuh perjalanan dakwah yang panjang ini. Sedang kita mengharapkan dukungan Allah swt. hadir untuk menguatkan kita untuk meneruskan tongkat estafet dakwah yang sudah diperjuangkan para pendahulu. Sedang kita mengharapkan pertolongan dari Allah swt. untuk mendorong kita untuk terus maju menegakkan kalimatullah di muka bumi.
Akankah kemudahan, dukungan dan pertolongan itu akan datang dengan kualitas kita yang makin lama makin merosot?
Namun, kita lupa bahwa kerja-kerja kita tidak boleh membuat kita jauh dari Allah swt., bahkan seharusnya kita makin dekat kepadaNYA. Makin taat kepadaNYA, makin semangat melakukan ibadah. Bukan malah menurun, bukan malah mengurangi jatah ibadah bahkan sama sekali tidak melakukannya. Ibadah itu kekuatan kita. Dakwah ini tidak hanya perlukan gerak kita, tapi butuh ruh dalam setiap gerakan kita.
Abdullah Azzam mengatakan,
“Amal Islami bukanlah aktivitas yang cukup dikerjakan di saat anda memiliki waktu luang dan bisa Anda tinggalkan saat sibuk. Tidak! Amal Islami terlalu agung dan mulia jika mesti diperlakukan begitu.”
Minggu, 02 Agustus 2009
aneh bin ajaib!
semakin aneh bin ajaib.. lucu bin bikin mules. emang sudah segitu parahnyakah ketidakpercayaan itu? sampe2 aku nggak dilibatin sama sekali. hahaha... semakin lucu melihat tingkah polah kalian! aku nggak minta dilibatin sih. tapi klo mau profesional jangan begitu. memilah milih begitu aja. hehehe.
aku sih asyik aja, nggak nambah kerjaan. tapi kelakuan kalian yang bikin mules. terserah deh mau ngapain. egp aja. hehehe.
aku tunggu aja sampe kapan kalian bertahan. feelingku sih kalian merasa butuh-nggak butuh ke aku. ya sudahlah....
mending enjoy ajah.
liat aja klo akhirnya dilimpahin ke aku. lihat saja....
aku sih asyik aja, nggak nambah kerjaan. tapi kelakuan kalian yang bikin mules. terserah deh mau ngapain. egp aja. hehehe.
aku tunggu aja sampe kapan kalian bertahan. feelingku sih kalian merasa butuh-nggak butuh ke aku. ya sudahlah....
mending enjoy ajah.
liat aja klo akhirnya dilimpahin ke aku. lihat saja....
Minggu, 26 Juli 2009
gedeee.... keciiiiiil!
sebenarnya raihana sudah bisa membedakan mana benda yang ukuran besar dan mana yang kecil sejak sebulan yang lalu. dan kini keahliannya ini makin terasah. hehe. setiap ditunjukkan dalam bentuk gambar atau bendanya langsung, raihana bisa dengan tepat membedakannya.
caranya aku mengenalkan mana besar dan kecil paling sering itu ketika raihana sedang belajar menggambar. gambar favoritnya adalah gambar kereta api dengan gerbong yang panjang. aku selalu menggambar dua ukuran. besar dan kecil. dan kini, raihana selalu meminta aku menggambar apapun dengan dua ukuran itu.
lalu aku coba pindahkan ke benda sungguhan. misalnya, ketika sedang jalan2 aku perlihatkan mana pohon besar dan mana pohon kecil.
kini, si ceriwis ini sudah bisa membedakannya. alhamdulilah.
si ceriwis ini juga udah bisa nyanyi sendiri. kadang ketika lagi maen, tiba2 aja dia bersenandung sendiri. dan ketika melihat benda baru, bukan hanya nama, dan fungsinya saja yang ditanyakan. tapi sudah bertambah pertanyaanya dengan kenapa. seperti tadi pagi aku sedang asyik menyetrika baju kerja abi. di kantong baju itu ada bercak tinta. si raihana dengan serius bertanya,
"mi... ini apa?" (sambil nunjuk bercak tinta)
"itu bercak pulpen, sayang/"
"bcak apa?"
"pulpen, nak."
"kenapa?"
(bengong sejenak) "mmm... ini tinta pulpen abi tumpah di dalam kantong... jadinya kotor deh, nak. jadi bercak begitu."
"pupennya kenapa?"
"tumpah, naaaaaak. jadi kotor deh... raihana main sama abi dulu gih! umi lagi nyetrika dulu ya. panas nih klo kena setrikaan...." (biar ga nanya2 lagi. hihihi).
agenda selanjutnya adalah mengenalkan warna. kalo ini raihana belum hafal benar. yang paling diingat adalah warna merah jambu dan kuning. yang lain masih lupa2.
met ulbul yg ke-20 ya nak!
caranya aku mengenalkan mana besar dan kecil paling sering itu ketika raihana sedang belajar menggambar. gambar favoritnya adalah gambar kereta api dengan gerbong yang panjang. aku selalu menggambar dua ukuran. besar dan kecil. dan kini, raihana selalu meminta aku menggambar apapun dengan dua ukuran itu.
lalu aku coba pindahkan ke benda sungguhan. misalnya, ketika sedang jalan2 aku perlihatkan mana pohon besar dan mana pohon kecil.
kini, si ceriwis ini sudah bisa membedakannya. alhamdulilah.
si ceriwis ini juga udah bisa nyanyi sendiri. kadang ketika lagi maen, tiba2 aja dia bersenandung sendiri. dan ketika melihat benda baru, bukan hanya nama, dan fungsinya saja yang ditanyakan. tapi sudah bertambah pertanyaanya dengan kenapa. seperti tadi pagi aku sedang asyik menyetrika baju kerja abi. di kantong baju itu ada bercak tinta. si raihana dengan serius bertanya,
"mi... ini apa?" (sambil nunjuk bercak tinta)
"itu bercak pulpen, sayang/"
"bcak apa?"
"pulpen, nak."
"kenapa?"
(bengong sejenak) "mmm... ini tinta pulpen abi tumpah di dalam kantong... jadinya kotor deh, nak. jadi bercak begitu."
"pupennya kenapa?"
"tumpah, naaaaaak. jadi kotor deh... raihana main sama abi dulu gih! umi lagi nyetrika dulu ya. panas nih klo kena setrikaan...." (biar ga nanya2 lagi. hihihi).
agenda selanjutnya adalah mengenalkan warna. kalo ini raihana belum hafal benar. yang paling diingat adalah warna merah jambu dan kuning. yang lain masih lupa2.
met ulbul yg ke-20 ya nak!
Langganan:
Postingan (Atom)
