Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 Januari 2012

kkw* oh kkw

*kereta khusus wanita

sejak awal november tahun lalu, aku resmi pindah kerja dari gema insani ke penerbit alkautsar. banyak hal prinsip yang membuat aku memutuskan pindah. padahal awalnya, aku bertekad tidak akan pindah ke mana2. lokasi yang dekat dengan rumah adalah alasan utamanya. namun, seiring waktu, ternyata tidak selamanya sesuai dengan keinginanku.

eit, bukan ini yang ingin aku bahas.

sejak pindah ini, mau tidak mau, kereta api menjadi transportasi utamaku menuju kantor baruku yang berada di bilangan cipinang muara. turun di st tebet, lalu lanjut lagi naek kendaraan umum.

banyak hal yang dapat aku alami sepanjang naik kereta. perubahan sistem kereta yang tadinya single line jadi loopline, kenaikan harga karcis kereta, perubahan jadwal. seru deh ngikutinnya.

ada beberapa teman kantor yang lebih menyukai naik ekonomi. alasannya jarak tidak terlalu jauh, harga pas di kantong. kalau aku sih lebih sering naik yang ac. bukan karena gaya2an. tapi karena menuruti nasihat ortu dan suami: jangan naik ekonomi! memang ada kelebihan.
1. ada gerbong kkw (ini nanti kita bahas lebih detail. hihi),
2. adem ada ac (walo sering juga sih ac-nya mati. yang ada kipasan doang),
3. lebih banyak armadanya.

karcis emang agak mahal. beberapa kali lipat harga ekonomi. tapi bagiku masih termasuk murah dibanding mesti naek angkot turun-naek plus macet. alhasil, jadilah aku pengguna setia kereta ini.

ada yang unik di kkw. gerbong benar-benar khusus buat wanita. bagi pria yang salah masuk ke gerbong ini pastilah diminta untuk segera pindah ke gerbong lain. gerbong ini diadakan untuk menghindari kejadian pelecehan seksual yang kerap terjadi di waktu-waktu lalu. dan itu benar2 berguna sekali untuk kami para wanita. walo sedang berdesak2an di jam sibuk, kami tetap nyaman berdempetan dengan sesama wanita.

namun, sepertinya ada yang mulai memudar di dalam diri para pengguna kkw yang cantik-cantik ini. tentu saja cantik2. mereka kebanyakan pekerja yang tentu saja berpendidikan, ada juga pns2, dan mahasiswi2 dari universitas ternama. baju yang dikenakan modis-modis. mayoritas selalu menggenggam smartphone, bahkan teknologi terbaru (tablet, pil, puyer, dll).

yang (sedikit) memudar itu adalah kepedulian dan simpati kepada penumpang lain yang 'kebetulan' sedang hamil, membawa anak, manula. seringnya terjadi di jam-jam sibuk.

mereka yang "masih kuat" itu, yang 'kebetulan' mendapat duduk, lebih sering terlihat tidur, memasang aerphone, sibuk utak-utik ketika di depan mereka ada ibu hamil, ibu yang bawa balita, manula. bahkan ibu hamil, ibu yg bawa balita, manula itu malah mereka suruh ke pojok gerbong yang memang ada tempat duduk prioritas. bukankah tidak ada salahnya bila ia yang memberikan tempat duduk itu? gemes deh lihatnya. kadang aku tegur wanita itu, tapi tanggapannya sungguh tidak menyenangkan.

"kan di sana ada tempat duduk prioritasnya, mbak, saya capek kalo berdiri."

aku juga capek. semua orang yang naik kereta di sore hari juga lagi capek. tapi tidak ada salahnya memberikan duduk kepada yang membutuhkan. toh, kebaikan itu tidak sia-sia. walo bukan yang orang yang kita beri duduk yang membalas, kebaikan itu akan dibalas oleh orang yang tidak kita sangka-sangka. kelelahan kita berdiri juga tidak akan sia-sia.

memang tidak semua penumpang seperti itu. tapi kok jumlahnya kalah banyak ya?

simpel ya, hanya masalah tempat duduk. hiks.
#numpangcurhat

Minggu, 01 Agustus 2010

arogansi sebuah ormas!

menilik dari berita berikut: baca di sini. saya melihat sendiri arogansi sebuah ormas di hari yang sama, namun di tempat yang berbeda.

sabtu, 31 juli 2010, saya berniat bersilaturahmi ke rumah seorang penulis hebat di bilangan cinere. dari kantor sudah saya coba calling beliau. berkali-kali namun tidak diangkat. ya sudah, berbekal perkataan beliau yang katanya sedang fokus di rumah, saya berhusnuzon sabtu ini beliau tidak ke mana2 (pede banget dah pokoe).

sempat keliling2 cinere mencari rumah beliau. sms dan miskol terus tetapi tidak diangkat-angkat juga. alhamdulillah, akhirnya ketemu juga rumah beliau. namun sayang, ketika sudah berada di depan rumah, beliau baru sms memberitahu bahwa beliau sedang berada di UI. ya sudah, yang penting sudah ketemu rumahnya. jadi kalau mau ke sini sudah tidak perlu mencari-cari lagi.

tujuan berikutnya adalah ke penulis buku ensiklopedia anak muslim. beliau bermukin di dekat kompleks rivaria sawangan. kali ini, saya ingin mengantar bukunya yang sudah selesai dicetak sekaligus bersilaturahmi dan ingin mengetahui kesehatannya sekarang ini. biasanya saya hanya berbicara via telepon. kabar yang saya dapatkan beberapa waktu lalu, beliau sempat terkena stroke dan penglihatan beliau agak terganggu. semoga sudah agak baikan harap saya.

sepanjang jalan cinere raya menuju sawangan, saya bertemu dengan rombongan sebuah ormas. gayanya asyik benar. kita diminta menunggu mereka lewat terlebih dahulu. gayanya sudah kayak ambulance lewat atau seperti iring-iringan pejabat yang mau lewat. oke lah tak apa-apa. lebih baik menjauh dari iring-iringan mereka.

lalu ketika saya melewati sebuah SPBU di jalan sawangan, saya melihat tindakan anarkis mereka. ketika itu ada sebuah pick up hendak masuk ke SPBU. mobil toko bangunan sepertinya. di belakangnya masih terlihat pasir dan sekop pasir yang besar itu. iring-iringan motor yang dari arah berlawanan tiba-tiba berhenti. sepertinya pick up itu tidak memberi jalan iring2an itu. beberapa pengemudi motor langsung turun menghantam si supir, memukul2 mobil dengan sekop. menghancurkan kaca mobil dan lampunya. si supir ditarik keluar, dikeroyok beberapa orang. aku yang berada di dalam mobil berteriak ingin menyudahi adegan itu. akhirnya si supir lari masuk ke SPBU meningggalkan mobilnya yang melintang di jalanan.

padahal, iring2an itu bisa bersabar sebentar membiarkan si pick up masuk SPBU. apa salahnya bersabar. kalau pun si supir pick up itu yang nyelonong tidak sabar bukan berarti harus dipukuli dan dirusak mobilnya. kasihan. supir itu mungkin hanya kuli. bayangkan bila dia harus menanggung ganti rugi mobil yang dirusak itu. belum lagi musti babak belur dipukuli.

ah, sedih sekali melihatnya. geram. gemas. apalagi ini menjelang ramadhan. bukankah seharusnya kita bersiap menyambut ramadhan dengan kedamaian. bukan dengan aksi anarkis.

sepanjang perjalanan, aku hanya bisa beristigfar. ternyata rasa bangga terhadap golongan bisa menutupi rasa saling menghormati. apa yang patut dibanggakan kalau begitu.

Jumat, 02 Oktober 2009

eksploitasi korban gempa di televisi

setelah beberapa kali terjadi bencana alam, baru kali ini aku melihat tayang yang sepertinya kok malah mengeksploitasi penderitaan saudara kita di padang ya? terutama berita yang aku tonton tadi malam di salah satu stasiun televisi swasta.

saat itu sedang dilakukan evakuasi korban yang diperkirakan masih tertimbun di hotel ambacang. para relawan, tim sar, tni, warga, dokter2 lagi sibuk bekerja. kondisi hotel itu memang rusak parah.

nah, ada salah satu reporter tivi yang sibuk mewawancarai tim evakuasi ini. memang sih ceritanya tivi ini ingin meliput detik2 penyelamatan korban yang diperkirakan masih hidup di hotel itu berdasarkan laporan dari pihak keluarga korban bahwa ada sms yang masuk memberitahu di mana lokasi korban berada. tapi pemberitaan yang begitu dekat dengan lokasi, penayangan yang begitu detil tentang proses evakuasi ini, wawancara sana wawancara sini, kok malah membuatku terganggu melihatnya.

spontan saja aku berpikir, kok berlebihan banget ya beritanya.... lebay gitu kata orang. keberadaan reporter itu menurutku malah mengganggu proses evakuasi itu. tim evakuasi jadi nggak konsen, jadi pada banci kamera ya? ini subyektivitas aku aja sih. akhirnya karena nggak tahan liatnya, aku ganti channel aja.

belum lagi penayangan yang begitu dekat ke arah korban2 yang meninggal ketika diangkat dari lokasi. aku kira itu kurang layak ditonton. belum lagi pemutaran saat2 gempa yang diulang2 melulu.

lalu kemudian, setiap stasiun televisi berlomba2 membuka rekening amal. bagus sih. ini menandakan simpati yang mendalam untuk korban gempa. tapi pertanyaan berikutnya, apakah bantuan itu benar2 tersalurkan dengan tepat sasaran? klo iya, kasih tau dong liputan penyerahan bantuan itu. ironisnya, dari beberapa berita yang aku baca di media online, banyak sekali korban gempa yang mempertanyakan kemana itu bantuan kok belom sampe ke mereka???

aku harap... penderitaan saudara kita yang tertimba musibah janganlah terlalu dieksploitasi hanya untuk kepentingan bisnis (rating) atau bahkan kepentingan pribadi semata. mohon jangan disalahgunakan.

Selasa, 15 September 2009

nasib KPK-ku kini,,,,

perkembangan kasus kpk dengan polri ini membuat hati menjadi kebat-kebit. bagaimana akhir dari cerita ini ya? demikian kentalnya nuansa persaingan antar lembaga hukum negara (kejagung, polri, dan kpk), isu adanya upaya pengerdilan kpk, diamnya pak sby terhadap kasus ini.

muncul dalam hatiku. ada apa sebenarnya ini? ya, aku hanyalah penduduk indonesia biasa yang cuma bisa mengikuti perkembangan dengan membaca berita2. aku tidak tahu mana yang benar mana yang salah.

kondisi kisruh ini ditakutkan malah dimanfaatkan oleh mafia2 dan penjahat2 korupsi yang masih bergentayangan. ketiganya malah akan mendapatkan imej buruk dan tidak mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. bila tidak ada lembaga hukum yang dianggap wibawa oleh masyarakat, bagaimana jadinya nanti? takutnya malah hukum rimba yang berlaku di negeri ini. gaswat kan.

tapi sebagai rakyat biasa, dengan melihat sepak terjang kpk selama ini, tentu aku mengatakan salut kepada kpk. kpk aku anggap berhasil memberangus sarang-sarang korupsi di negeri ini. tentu saja sepak terjangnya ini membuat beberapa kalangan waswas dan menjadi kurang suka terhadap kpk. belum lagi isu iri-irian terhadap fasilitas dan wewenang yang dimilili kpk.

dari berita aku tahu berapa gaji para pimpinan dan karyawan kpk dan berapa gaji polri dan kejagung. memang begitu jauh jaraknya. namun tentu dapat dimaklumi mengapa kpk mendapatkan gaji yang begitu besar. alasannya agar bisa bekerja maksimal dan tidak tergiur suap atau korupsi. bisa dilihat kan bagaimana kondisi pekerja di negara ini. gaji minim rawan terjadinya penyelewengan. maklum, urusan perut tentu akan selalu meminta perhatian lebih. nah, apabila ada pegawai yang sudah mendapat gaji besar, tapi tetep korupsi, ini dia mental yang menjadi ganjalan pemberantasan korupsi di indonesia. oknum2 ini yang harus diperiksa, ditangkap, dihukum seberat2nya.

bagaimana dengan pegawai yang gajinya rendah terlibat korupsi? ini wajar sih. ehehe. namanya tuntutan hidup zaman sekarang nggak murah lagi. banyak yang nggak akan kuat dengan godaan itu.

kembali ke masalah kpk. agar memimalkan rasa iri, ada baiknya pemerintah juga berlaku adil. berikan gaji besar kepada lembaga2 hukum agar tidak tergoda suap menyuap.

sebenernya tiga lembaga ini bisa saling mengisi tanpa harus saling senggol menyenggol. tinggal bagi saja wilayah kerjanya. khusus korupsi biar kpk yang beraksi. untuk kejahatan lain barulah polri dan kejagung yang menangani. fasilitas disesuaikan seadil2nya. lalu masing2 lembaga bisa melakukan koordinasi dalam menjalankan tugasnya. jauhi mental korupsi dan buktikan bahwa lembaganya itu bersih dengan memperlihatkan perilaku yang bersih dari pejabat dan pegawai di dalamnya.

betul ga seperti itu? insya ALLAH, semua akan mendapatkan imej yang bagus di mata masyarakat indonesia. bagaimana?

Selasa, 11 Maret 2008

mencari soulmate

terinspirasi dari obrolan dengan seorang temen.

pertanyaan besarnya adalah: adakah soulmate itu? aku coba browsing ke sana-sini mencari jawaban. ternyata ada dua sikap yang berbeda. ada yang percaya dan ada yang mengatakan itu hanya mitos. kalau menurutku siii.... soulmate itu tidak ada!

soulmate itu dirasa ada karena kita sendiri yang buat. aku baca di sebuah artikel tentang soulmate (klik sini). semua poin itu bisa ada karena kita yang membuatnya sendiri. ada karena intensitas yang dalam dan dari kecenderungan hati kita sendiri. kalau saja hati kita menolaknya, kedekatan dan kecocokan itu nggak ada. ya, soulmate itu muncul karena ada kedekatan dan kecocokan. kedekatan dan kecocokan itu bisa diciptakan tergantung kemauan hati. jadi tidak simsalabim atau muncul begitu saja. kemauan hati itu ya kita sendiri yang ngatur. kita mau apa tidak?

karena soulmate itu bisa dibikin... sama dengan kebahagiaan yang juga bisa dibuat, maka kita bisa menemukan soulmate dalam diri siapa saja yang kita MAU. aku setuju dengan tulisan ini. baca deh di sini.

ada seorang teman yang sampai saat ini belum menikah. katanya sih belum menemukan soulmatenya. sebenernya dia menunggu hal yang tak pasti. alasan itu mungkin hanya untuk menutupi ketidaksiapan dia menerima kekurangan seseorang. dia tidak siap kalau ada hal yang kurang cocok untuknya. itulah kata kunci soulmate: COCOK. sedangkan cocok di sini sangat subjektif.

suamiku mungkin bukan soulmateku buat sebagian orang. dia memang sangat berbeda denganku. baik dari latarbelakang, kesukaan, kebiasaan.... aku pun awalnya tak kenal siapa dirinya. tapi dia bisa jadi soulmateku tatkala kami berusaha menerima kekurangan masing2. saling menekan ego hingga angka nol, ikhlas untuk saling berkorban, memiliki kesamaan langkah ke depan....

jadi untuk apa berlelah-lelah mencari soulmate?

Selasa, 27 Februari 2007

surat untuk sahabat

Sebenernya ya, dulu, aku ga gitu yakin, aku bs menikah dengan orang yang baru banget aku kenal. Aku malah berpikiran, lebih enak nikah sama orang yang minimal udah aku tau kesehariannya. Udah pernah interaksi, walo aku blm punya ‘rasa’ buat dia. Dengan begitu, proses adaptasinya nggak begitu susah. Bayangan aku, amat susah beradaptasi dengan orang yang sama sekali blm aku kenal. Asal kamu tau, aku memulai semua ini dengan rasa khawatir yang gede juga loh. Bisa nggak ya aku nanti hidup dengannya? Seumur hidup loh, bukan cuma sebulan dua bulan. Ato setahun dua tahun. Bahkan, aku pengen pernikahan aku ini kekal sampe di surga nanti. Amien.

Tapi, pikiran itu berubah setelah aku lalui semua ini. Allah itu emang udah memberikan pasangan yang tepat buat aku. Aku bisa menjalaninya dengan baik. Semua yang aku khawatirkan nggak terjadi. Malah, keindahan demi keindahan aku dapatkan. Yah, pernikahan aku emang masih seumur jagung sih. Blm teruji. Tapi kami punya bekal yang sama agar perjalanan ini bisa sampe ke tujuan.

Kuncinya agar kami bisa melaluinya adalah dengan rasa saling menerima kekurangan masing2. saling percaya, saling berlapang dada. Dan kami nggak saling berekspektasi. Menampilan semua apa adanya. Nggak ada yg ditutup2i. pokoke udah menyiapkan keikhlasan untuk menerima kondisi masing2.

Waktu aku masih dalam pertimbangan menerima ato tidak tawaran taaruf ini, aku membicarakannya dengan hati aku, bukan dengan nalar aku. Soale, klo aku membicarakannya dengan nalar, akan banyak muncul pertimbangan2 yang malah memusingkan aku sendiri. Penuh dengan ketakutan yang ga jelas akan sesuatu yang belum terjadi. Akhirnya, aku ajak aja hati aku yang bicara. Alhamdulillah, semua malah dipermudah oleh Allah. Aku yakin, seiring perjalanan ini akan ada masalah, rintangan, dan lain-lain. Tapi, aku udah memasrahkannya total ke Allah.

Aku yakin apapun masalahnya nanti, Allah pasti akan memberikan jalan keluarnya karena aku memulai semua ini dengan niat ibadah kepada-Nya.

Yang bikin aku tambah yakin adalah waktu khitbah. saat itu, yayangku ditanya macem2 tuh sama keluargaku. Tentang gimana waktu kenalannya, kapan, apakah bener2 dah siap menikah, lalu kenapa aku yang dipilih. Satu ucapan yang bikin aku merinding. Dia mengatakan kalo dia mencintai aku karena Allah. Cinta karena Allah itu menurut aku adalah cinta yang paling tinggi. Paling kekal. Dan aku amat sangat bersyukur bisa mendapatkan cinta seperti itu.

Asal kamu tau ya. Waktu yayangku ngelamar aku itu, dia baru aja kehilangan pekerjaannya. Tapi dia jalan terus sambil terus berusaha ngelamar kerja ke sana sini, sesuai dengan minatnya dia. Seminggu sebelum nikah, akhirnya dia dapet pekerjaan. Emang sih blm mapan. Tapi ada penghasilan. Aku sih meyakini menikah itu sebagai proses mendapatkan yang lebih baik lagi. Aku yakin kok rezeki Allah itu nggak akan berkurang ketika menikah, malah akan semakin bertambah. Ada aja jalannya. Asal mau berusaha.

Jadi gitu. Kamu nggak boleh mundur klo emang udah niat menikah ya hanya karena alasan2 yang hanya mempertimbangkan materi ato fisik.

Huehhehe… sok tau ya aku… yah, aku cm mau bagi2 pengalaman aja. Doakan ya biar aku bs melalui semua ini dengan baik dan ikhlas. Amien…

Nah, sekarang, seberapa besar keyakinan kamu ke ALLAH, itulah jawabannya. Tapi tetep aja ya, kamu harus mendapatkan informasi yang shahih tentang calon kamu dari orang yang emang terpercaya.

wassalam
woro