Jumat, 25 Juli 2008

si putri kecil kena cacar api

cacar api atawa cacar monyet (silakan ketawa ya neng!) bahasa kerennya itu impetigo. cacar ini disebabkan oleh bakteri staphylococcus aureus. biasanya menyerang bagian tubuh di dada, punggung, atau ketiak.

gejala awalnya tidak disertai demam, hanya bintik merah, seringnya disertai biang keringat. karena itu aku awalnya menganggap itu bintik biasa (biang keringat). lalu muncul gelembung, pecahnya cepet loh. lalu muncul deh seperti bekas luka tersundut rokok. hiks....

awalnya rai hanya punya satu titik luka itu saja. aku bawa ke puskesmas dikasih antibiotik dan salep. aku treatment dengan mandi pake antiseptik, cuci baju rai dengan antiseptik, kasih makan yang bergizi (jus jeruk aku banyakin). aku olesin salep dari puskesmas. atas desakan nenek-kakek, antibiotiknya aku kasih ke rai (hiks...) tapi beberapa hari kemudian kok nggak kering2 ya lukanya. malah bertambah bintik2 merah bergelembungnya.

nenek-kakeknya dah panik. minta segera dibawa ke dokter anak. awalnya aku masih memberi kesempatan obat dari puskesmas untuk bekerja. mungkin masih taraf penyembuhan. si rai juga happy2 aja tuh alias nggak panas, masih super lincah, makannya doyan, susu doyan... tapi kok, ternyata memang lama sekali ya keringnya....

kakek neneknya ga tega liat rai begitu, akhirnya ga mau dulu ngasuh rai. jadilah sang emak bolos kerja jagain rai sampe sembuh.

karena nggak tahan mendengar desakan nenek-kakeknya rai, juga rasa ga tega liat si kecil kegatelan, aku bawa juga ke dokter anak di hermina. dikasih resep antibiotik baru, salep baru, dan obat antivirus (kayak komputer aja deh si rai).

aku menyesal udah terlanjur memberikan rai antibiotik dari puskesmas. setelah tanya sana-sini, mau ga mau antibiotik itu harus dihabiskan dulu. aku nggak menebus obat oral dari dokter anak itu, yang aku tebus hanya salepnya aja. merek salepnya: bactroban. salep paten dengan harga PATEN!

ternyata emang paten deh salepnya. nggak lama kemudian, tiga hari luka2 rai dah kering dan sembuh.

alhamdulillah, rai sembuh, kakek nenek riang!

pesan moral:
1. kakek-nenek cerewet itu pertanda sayang ama cucu, jangan dicuekin gitu aja. dengarkan yang baiknya.
2. jangan meremehkan sakit anak (apalagi masih di bawah satu tahun).
3. masih perlu banyak belajar tentang penyakit2 anak dan cara menanggulanginya, biar nggak kebanyakan ke dokter dan minum obat (yang mengakibatkan kanker 'kantong kering' ortu).
4. mencegah lebih baik daripada mengobati!

5 komentar:

  1. ca2r api itu nular ga jeng...??

    BalasHapus
  2. Makasih banget infonya....

    BalasHapus
  3. mbak untuk obat yg dari dokter anak sempet dikasih ga? ato sembuhnya cuma dengan salep itu doang...
    ditunggu balesannya... anakku dah sebulan sakitnya lum sembuh2. jadi hopeless... sempet hilang tapi muncul lagi setelah 10 hari...
    thx

    BalasHapus
  4. terima kasih atas infonya

    BalasHapus
  5. cacar api itu menular. tapi tidak seganas cacar air penularannya. cacar api lebih banyak disebabkan karena bakteri yang muncul karena lingkungan yang kurang bersih. sedang cacar air karena virus. antibiotik tetap harus diminum karena penyebabnya adalah bakteri. untuk kasus rai ini karena rai sudah minum antibiotik dari puskesmas jadi tidak aku kasih lagi antibiotik dari dokter. hanya salepnya aja yg aku kasih.

    BalasHapus