Kamis, 04 Desember 2008

di tengah prahara jiwa

di tengah suasana yang bikin pararusing, di tengah rasa hampa yang tiba-tiba muncul, di tengah semangat yang terus menurun, di tengah kekisruhan yang tiada henti, hanya satu pelipur laraku: RAIHANA!

benar ya anak itu bisa menjadi pelipur lara orang tuanya. tak peduli betapa kejam dunia menghantam, ketika pulang ke rumah, melihat mata jenakanya, ulah menggemaskannya, mendengar celotehan ceriwisnya... dunia yang beku ini menjadi meleleh hangat!

kini, si rai udah bisa melangkahkan kakinya dengan jarak yang lumayan jauh. hampir lebih dari 3 meter. dengan gaya menggoyang-goyangkan tangannya ke atas (mungkin buat keseimbangan kali ya). kesanku: lucuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu sekaliiiiii....

belum lagi ocehannya yang makin ceriwis. kata "apa... apa... apa..." senantiasa keluar. ditambah lagi perbendaharaan kata lainnya seperti, "abfruu-abfruu (maksudnya abu-abu) mbaaeek (mbeknya kambing), ambruuut (rambut dan rambutan, sama nih ngomongnya). lalu gayanya mengikuti ayam berkokok, mengikuti kapal terbang....

lalu ingatannya yang hapal mana kaki, gigi, kepala, perut, tangan, sepatunya, kaos kakinya....

itulah hiburanku satu-satunya.

MENGGEMASKAAAAN!

maka tak heran kalo neneknya makin cintah bahkan mungkin cintanya mengalahkan aku, ibunya sendiri.

raihana... umi makin cintah dan sayang deh ama kamu....

nb: buat abi cayang juga deh, makin cintah. (takut ngambeg).

1 komentar:

  1. alhamdulillah... masih ada penghibur hati walau hampa sedih menggelayuti

    *jadi pengen :D *

    BalasHapus